Penerobos Final Piala Dunia 2018 Dipenjara 15 Hari

Anggota band punk Pussy Riot yang kemarin nekat masuk ke lapangan di final piala dunia 2018 telah diberi hukuman oleh pihak keamanan Rusia dengan menjatuhi 15 hari hukuman penjara.

Ada empat orang yang menghentikan sebentar laga final piala dunia 2018 yang mempertemukan Prancis versus Kroasia di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7). Mereka masuk ke lapangan hijau pada menit ke-51.

Penerobos Final Piala Dunia 2018 Dipenjara 15 Hari

Para penyusup itu menerobos ke lapangan dengan mengenakan seragam polisi. Pussi Riot, band punk aliran Rock yang berasal dari Rusia, lalu mengakui aksi itu bertujuan mengkritik pemerintahan Rusia yang berada dibawah pemerintahan Presiden Vladimir Putin, yang juga tengah melihat pertandingan final tersebut.

Dilansir dari media skysport, keempat orang itu bernama Olga Pakhtusova, Veronika Nikulshina, Pyotr Verzilov dan Olga Kurachyova. Mereka berempat diadili di pengadilan Moskow dan dijatuhi hukuman kurungan penjara 15 hari serta dilarang melihat pertandingan olahraga selama tiga tahun kedepan.

Kurachyova mengungkapkan, tindakan mereka bermaksud untuk mempromosikan kebebasan berbicara dan mengutuk kebijakan FIFA. Mereka menuduh FIFA telah bersekutu dengan para pejabat yang berkuasa yang melanggar Hak asasi manusia.

Penerobos Final Piala Dunia 2018 Dipenjara 15 Hari

“Sangat disayangkan kalau kami dianggap menggangu para pesepakbola. Padahal FIFA terlibat dalam permainan yang tidak adil, itu yang amat disayangkan,” ujarnya.

Pertandingan final itu sendiri tetap dilanjutkan setelah beberapa menit terganggu oleh ulah mereka. Timnas Prancis akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah mengandaskan Kroasia dengan skor 4-2 yang menurut bek Kroasia Dejan Lovren terganggu karena ulah Pussy Riot tersebut.