Ambisi dan Dendam di Final Piala Dunia 2018

Ambisi dan Dendam di Final Piala Dunia 2018

Moskow – Luka Modric dan kawan kawan yang datang membawa dendam 20 tahun lalu untuk mengubur ambisi Les Bleus. Modric yang beru berusia 12 tahun dan Ivan Rakitic hanya 10 tahun kala Davor Suker Cs menghentak dunia di Piala Dunia tahun 1998. Dengan kostum mencolok seperti papan catur berwarna merah putih, Kroasia yang melaju ke semifinal.

Menambahkan manis catatan tersebut, pada kegiatan yang digelar di Prancis itu adalah kala pertama Vatreni julukan Kroasia yang berlaga di Piala Dunia. Saat itu, mirip dengan kondisi sekarang, Kroasia dihuni pemain hebat di semua lini. Selain Suker, ada nama nama fenomenal diantaranya Robert Jarni, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, atau Mario Stanic.

Gelandang Kroasia, Ivan Rakitic yang meladeni wartawan dalam sesi terbatas menegaskan memori 1998 adalah pelecut memori terbaik. Banyak yang mengatakan itu dendam, tapi saya melihatnya sebagai pembangkit energi dan spirit. Kami menyaksikan pertandingan tersebut berulang ulang.

Sesaat sebelum terbang ke Negeri Paman Putin, Modric dipanggil untuk bersaksi dipengadilan dalam kasus penggelapan dan penipuan menyeret Zdravko Mamic. Awalnya Mamic dianggap sebagai orang paling berjasa dalam sepak bola modern negara tersebut.

Ambisi dan Dendam di Final Piala Dunia 2018

Namun, lantas diketahui dia mengambil keuntungan secara ilegal, penggelapan pajak penjualan pemain Dinamo Zagreb. Daftar pemain tersebut cukup panjang, diantaranya ada Modric dan Dejan Lovren. Jaring korupsi Mamic sungguh kuat, mulai dari Dinamo hingga ke tim Vatreni.

Mamic tersebut dihukum dengan 6,5 tahun setelah diputuskan bersalah atas tuduhan penggelapan pajak, sedangkan rekannya Damir Vrbanovic, direktur eksekutif Federasi Sepak Bola Kroasia (CFF), diganjar tiga tahun bui. Namun, Sabtu (7/7).

Final Piala Dunia adalah laga penting dalam karier saya, saya akan melakukan segalanya. Jika tuhan mengizinkan kami juara, saya akan persembahkan kemenangan ini untuk rakyat Kroasia dan juga seluruh pendukung Kroasia dimana pun di dunia. kata sang kapten Kroasia, Modric.